Kooshardjanto's Room

Siasat Jalan Malam dan Menerjang Banjir | September 26, 2008

Melakukan perjalanan mudik di malam hari tak cuma dituntut daya pandang yang kuat, tapi juga ketahanan fisik dan teknik mengemudi yang lebih dibandingkan siang hari. Ada beberapa yang mesti diperhatikan bagi pengendara ketika melesat di kegelapan.

Pada tulisan ini kami ingin memberikan juga trik menghadapi jalanan yang digenangi air alias banjir. Karena menurut ramalan BMG, di saat arus mudik mencapai puncaknya terjadi hujan.

JALAN MALAM
* Sebelum berangkat, bersihkan lampu utama, kaca depan, dan belakang. Pastikan lampu dekat dan jauh berfungsi baik. Setel sinar lampu (jangan terlalu tinggi) diarahkan ke tembok. Ketika menyetel yang kanan, lampu kiri ditutup, begitu sebaliknya.
* Jaga jarak saat menempel kendaraan. Jangan berpatokan pada lampu rem di depan untuk mengurangi kecepatan. Apalagi yang ditempel bus dan truk yang menggunakan rem angin, berhentinya bisa mendadak.
* Bila mata Anda tidak kuat melawan sorotan lampu dari depan, jangan panik. Kurangi kecepatan dan tatap sisi pinggir jalan sambil menggeser mobil ke pinggir (sesuai tatapan mata). Kemudian sedikit tatapan mata kanan ke arah depan (bukan mobil dari depan).
*Ketika menempel kendaraan lain, jangan menggunakan lampu jauh. Bisa mencelakakan kendaraan di depan karena kendaraan dari depan akan membalas dengan lampu jauh.
* Di tikungan, sebelum membelok mainkan lampu dim berulang kali. Kalau tidak yakin ada atau tidak kendaraan dari depan, sebelum masuk kira-kira berjarak 20 meter, matikan lampu utama sebentar untuk memastikan ada kendaraan.

HUJAN (Bisa untuk perjalanan siang)
* Pastikan kipas penghapus kaca (wiper) berfungsi dan tabungan air pembersih penuh. Bila perlu dikasih sampo cair.
* Saat hujan nyalakan lampu utama (jika lebat). Tidak dianjurkan menyalakan hazard (untuk keadaan darurat).
* Ingat, melintas di saat jalan basah daya cengkeram ban berkurang. Jangan mengerem keras, dan saat mengerem usahakan posisi ban lurus. Karena jika roda membelok akan terseret ke samping dan bisa keluar jalan.
* Di depan ada genangan air. Pastikan ketinggiannya tidak melebihi roda. Tunggu kendaraan di depan melintas dulu, jangan mengikuti dari belakang karena gelombangnya akan masuk masuk ke mesin. Jika tidak ada kendaraan di depan, kurangi kecepatan dan pindah persneling ke gigi terendah. Saat menerjang banjir jaga putaran mesin konstan 2.000-2.300 rpm. Jangan memaksa mesin bekerja dengan putaran tinggi. Sebab, bila ada air yang menyusup lewat air intake bisa menyebabkan water hammer.
* Keluar genangan air, jangan langsung tancap gas. Jalan perlahan sambil menekan pedal rem berulang kali untuk memastikan kerja rem sudah baik.
(dicopy dari kompas.com)


Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: